Smart phone itu telepon pintar. Ia tak cuma bisa buat dipakai menelepon dan kirim pesan, tapi ia menyediakan rupa-rupa aplikasi untuk membantu penggunanya. Anda mau apa? Butuh jadwal penerbangan, booking hotel, jadwal salat, apa saja semua bisa anda jangkau melalui telepon genggam. Luar biasa.
Tapi ada sekelompok orang yang pegang telepon pintar, namun ia tetap bodoh. Bodoh karena ia malas memakai otaknya untuk berfikir. Bodoh karena ia memilih untuk tetap bodoh. Bodoh karena ia ingin mempertahankan suatu sikap, sehingga ia menerima saja fakta-fakta palsu, lalu ikut menyebarkannya.
Penulis yang memperkenalkan istilah "sekuler inlander" mengatakan bahwa pemimpin barat kalau sedang minum bir di depan publik akan jaim. Mungkin maksudnya tidak mau memamerkan bahwa ia sedang minum bir. Tentu ini fakta palsu, sekedar untuk mendukung kesimpulan yang sudah disediakan sejak awal. Dengan sekali pencarian di Google kita dengan mudah menemukan foto pemimpin dunia seperti Obama dan Merkel pegang gelas bir, memamerkannya.
Ada lagi yang mengolok-olong Jokowi sebagai tukang masak. Diberi penjelasan dalam budaya barat sana yang memasak dalam pesta BBQ itu adalah orang terhormat, masih ngeyel juga. "Kalau tukang masak yang tuan rumah, tidak pakai celemek," katanya. Aduh bodohnya sudah mentok ini orang. Pakai celemek itu fungsinya agar baju kita tidak kotor. Mau koki profesional atau tuan rumah, masak pakai celemek.
Sekali lagi dengan sekali klik di Google kita bisa menemukan Obama sedang masak pakai celemek!
Dengan telepon pintar fakta itu hanya berjarak sekali klik. Tapi di tangan orang-orang bodoh fakta itu harus didapat melalui orang bodoh yang ia percaya.
Tuhan sungguh mencintai orang-orang bodoh. Ia menciptakan mereka dalam jumlah besar.
No comments:
Post a Comment